The Big Bang Theory and Middle-Grade Novel in Hibernation Period

Since I finished my master’s study in December last year, I decided before taking a job and living my new life as a professional teacher I want to enjoy my abundant free time just for a while. Considering the college will be start in September this year. So, I have few months to get prepare and do my things.

Five months since I collected my degree I spent most of my free time at home. Whether, reading a book or watch series while enjoy a cup of tea. Sometimes, I also go out to play gateball.

So, this is my activity during hibernation period for the past five months briefly.

In the morning

the-big-bang-theory-cast__140615222725
Source : deadline.com

After wake up and take a bath (scratch) I straight to grab TV remote and turned it on to watch my favourite TV series, The Big Bang Theory. I am so into it. I love all the characters, especially Penny. I think, she is smart in her own way like any other character. Now, I can’t wait for the 10th season after Sheldon proposed Amy in the previous season.

At noon

At this time I spend my time to read. Mostly novels. At this point, I cannot deny the fact that I am a middle-grade novel lover, without ruling out other genres. I just so into it. Most of my reading list in goodreads are young adult and middle-grade novel.

At night

I spend my time by browsing, reading articles on blogs, check my social media, writing and looking for some inspirations about techniques and teaching methods.

My brand new life will begin in September. I was approved as a teacher in one of universities in my town.

 

Tanjung Karang and Kaledo

Tanjung Karang and Kaledo have become more special for me since I got special trip in February this year accidentally. Not fully accidental because my friends and I did had a plan to explore Togean island together. But, because of some reasons I canceled it. I feel bad for that, even until now.  Finally, I and Mas Firman could meet up after 6 years know each other and interact only on twitter. Mas Firman, Ade and Nabil are such a kind and nice people. Oh, they are cheer as well. Especially, Nabil 😀 and even Mas Firman created a group in whatsapp named Togean (Toket Gedean) wkwkkwk

DSCN8900.JPG

Our initial plan was to go to Togean island. But, as I said I had canceled it. Mas Firman with two friends still in the first plan. When they got in Ampana, district capital of Tojo Una-una in Central Sulawesi, they found that they couldn’t crossed over to the island due to bad weather. Actually, I thank God for that. Hehehe… As Smith wrote in her book “There are so many ways it could have all turned out differently.” yeaaah. Then, they decided to go back to Palu and changed the route of their trip. The final decision was Tanjung Karang, the most popular tour destination in Donggala, Central Sulawesi. They had gotten around to stay overnight in Ampana before flown away back to Palu. I was so excited when I got the call from them told me about that. After a day in Tanjung Karang, I picked them up to back to Palu.

I still remember, along the way from Tanjung Karang to Palu we sang together Ambonesse song which is one of Mas Firman’s favorite song, entitle “Percuma.” That was the sweetest memory I will never  forget ;-D Sadly, I spent only around 5 hours with them. Yeaaah, that was very short. Fortunately, I could accompany them enjoyed Kaledo, the local food in Palu. They ate hungrily. Wqwqwq

DSCN8903c

Hopefully, someday I can spend more time with them and make a true exciting trip together.

Ditegur Kalender!

Tersentak dan merasa malu dengan Tuhan ketika sesampainya di kantor dan menjumpai tulisan ini di kalender yang dipajang di dinding. Hari ini Alhamdulilllah mendapatkan rezeki dari arah yang tidak terduga, namun selayaknya manusia biasa yang masih selalu merasa tidak cukup dan selalu merasa kurang. Betapa hinanya ketika kita mendapati diri ini tidak menysukuri nikmat tuhan yang selalu dilimpahkan disetiap hela napas.

Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga Anda pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa Anda mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya Anda masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagian, karunia, kenikmatan, dan lain sebagainya. Maka pikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah! {Dan, pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan.}(QS. Adz-Dzariyat: 21)

Negeri Van Oranje





Judul: Negeri Van Oranje
Penulis: Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana
Tahun: 2014 ( First published 2009 )

Sebenarnya udah lama pengen bahas buku yang satu ini. Tapi berhubung banyak kejadian yang datang beruntun, mulai dari penolakan dan perubahan judul tesis yang gak jelas (tapi alhamdulillah sekarang sudah terselesaikan atas bantuan supervisor saya yang kece) sampai insiden jual hape (loh!) dan skarang baru punya waktu buat nyampah nulis lagi.

Buku yang satu ini kocak sekeleee. Cerita tentang empat orang sahabat yang terdampar di negeri kincir angin, Belanda demi melanjutkan pendidikan S-2 mereka.  Banjar, Daus, Wicak  dan Lintang. Eh, si Geri ketinggalan. Persahabatan yang terjalin akibat cuaca buruk dan mengakibatkan tertundanya keberangkatan kereta di stasiun kereta  Amersfoort. Dari sanalah kisah persahabatan geng AGABAN (Aliansi Amersfoort Gara-gara Badai di Nedherlands) dimulai. Masing-masing dari mereka memiliki latar belakang dan motivasi yang berbeda untuk melanjutkan pendidikan S2. Lintang yang cita-citanya sedari kecil pengen punya pasangan bule, Banjar yang hanya gara-gara gengsi taruhan, Daus yang seorang PNS Depag, dan Wicak seorang aktivis lingkungan hidup.

Di buku ini pembaca akan menemukan pengalaman membaca yang unik dan lucu. Penulis menyisispkan catatan kaki disetiap babnya. Tapi jangan bayangkan catatan kaki yang serius ya, ini kocak sekali. Dengan membaca buku ini membuat saya iri dan pengen kuliah juga di negeri kompeni itu (Serius? Kuliah S-2 di Untad aje lu masih berantakan –“).

Tapi, ada beberapa orang di muka bumi ini yang begitu disayang Dewi Fortuna, hingga ditakdirkan menjadi lucky bastard yang memiliki warisan keluarga berlebih, muka ganteng absolut, kepandaian yang membuat orang bodoh menyesal dilahirkan, dan kebaikan hati yang menyaingi Dalai Lama.


Pokoknya buku ini sangat direkomendasikan. Apalagi buat mahasiswa-mahaiswa seperti kita, semacam mood booster gitulah… hehe


Sajak Terima Kasih


Terima Kasih…
Terima kasih telah memalingkan wajahmu
Karena, setiap kali aku mengingatnya
Aku belajar akan selalu peduli kepada siapapun
Karena sakit sekali tidak dipedulikan
 
Terima kasih telah meninggalkanku
Karena, setiap kali aku mengenangnya
Aku belajar akan selalu setia
Karena sakit sekali telah ditinggalkan

Terima kasih telah menolakku
Karena, tentu saja itu hak setiap orang, menerima atau menolak
Tapi aku belajar akan selalu berusaha memahami
Meski sekeras apapun aku ingin menolak orang lain

Terima kasih telah menghinaku
Karena, setiap masa hinaan itu terngiang
Aku belajar akan selalu menghargai dan menghormati
Karena demikianlah sifat mulia manusia

Terima kasih telah menuduhku
Karena, tuduhan yang palsu hanya akan menguatkanku
Juga tuduhan yang benar membuatku memperbaiki diri
Tiada rugi mendengarkan tuduhan itu

Terima kasih telah melupakanku
Karena, semakin dilupakan, sesuatu akan semakin diingat
Aku tidak akan menghabiskan waktu dalam kesedihan
Apalagi balas turut melupakan

Terakhir,
Terima kasih telah menyakitiku
Karena, rasa sakit akan membuatku lebih kuat
Bersabar atas setiap detik sakit tersebut
Untuk besok lusa, menjadi kebal atas racun yang sama

 – Darwis Tere Liye

Favorite Song



Belakangan ini saya punya kebiasaan baru lagi. Berhubung sudah memasuki masa liburan yang membuat saya semangat untuk ngelakuin apapun. Saya lagi suka-sukanya dengerin musik dari Rising Star asal Negeri Jiran. Awalnya Yuna dan baru-baru ini saya lagi jatuh cinta sama Penyanyi duo asal Malaysia Hani and Zue. Mereka adalah pemenang dari Proyek EP Hot FM yang disiarkan stasiun radio HOT FM pada 10 Februari 2014 yang lalu. Dari 1057 peserta mereka menjadi pemenang dengan menjagokan single mereka berjudul “Biar”.


Mereka juga meng-cover lagu Royals by Lorde


Selain Hani and Zue ada juga satu lagi penyanyi asal Malaysia Deanna Hussin. Cewek satu ini baru berusia 16 tahun. Single pertamanya berjudul ‘Back in time’. Seperti yang dikutip redcarpet.net After Yuna, Malaysia unveils Deanna Hussin’.



To be honest, saya merasa perkembangan musik di Malaysia lebih baik dibanding Indonesia. Bukannya menganggap remeh, memang di Indonesia banyak penyanyi-penyanyi hebat dan berbakat, tapi saya agak kurang paham dengan pasar musik Indonesia. Seperti yang dikatakan oleh Jennifer Thompson, General Manager AIM (Association Of Malaysian Music Awards) ‘The Indonesian market is very tough because is quite close to Malaysia’.

And Then There Were None




Title: And Then There Were None
Author: Agata Christie
Year: 1939
Ten people are invited to a mansion on Indian Island. Wonderful summer filled with hopes and instantly turned into gripping and mysterious. One by one of them died. Each one of them has a bad record in the past is the beginning of all adverse events on the island. Among them tucked ten of a killer who wants to give a punishment that can not be disclosed by law. one by one the inhabitants of the island met his end. Marston cyanide poisoning, Mrs. Rogers klohr overdose, MacArthur head beaten to rupture, Emily cyanide poisoning, Mr. Roger broke his head, Wargrave was shot in the head, sink Armstrong, Blore broke his head crushed marble clock, Lombard was shot in the heart, and the last Vera hanged himself. The plot resembles a series of poems about the murder of ten children nigger.


The first cinema adaptation was René Clair‘s successful 1945 US production in 1945, followed in 1965 by George Pollock‘s second cinema adaptation. Pollock had previously handled four Miss Marple films starring Margaret Rutherford.


Personal Thought